Posisi Bercinta Saat Hamil

Siapa bilang bahwa saat hamil tidak dapat berhubungan badan? Rupanya, dokter pun membolehkan hal tersebut.

Mungkin sebagian wanita atau istri yang sedang mengandung janin mengalami kekhawatiran mendalam ketika suami mengajaknya berhubungan badan.

posisi bercinta saat hamil trimester pertama

Mereka takut jika gerakan yang dilakukan oleh suami malah akan membahayakan calon buah hatinya. Padahal tidak semua posisi bercinta itu buruk dan berbahaya, karena ada beberapa yang diianjurkan oleh dokter.

Menurut sejumlah penuturan dokter yang menganggap berhubungan seks pada saat hamil, memberikan satu tips bahwa penting untuk melakukannya pada saat trimester pertama dan mengenal posisi yang benar dan soft, supaya istri tetap bahagia, janin selamat, dan suami juga tetap puas.

Ingin tahu apa saja posisi bercinta saat hamil yang paling tepat? Simak penjelasan ringkasannya sebagai berikut:

  1. Posisi sendok

    Posisi sendok atau spooning, memungkinkan janin tetap berada dalam posisi aman. Sebab, ketika mempraktikkan gaya ini, sang istri dan suami berada dalam posisi yang sama, yaitu miring, sehingga tekanan untuk janin tidak terlalu besar.

    Meski miring, posisi suami berada tepat di belakang istri dan dada suami bersentuhan dengan bahu istri. Begitu pula dengan panggul suami yang berdekatan dengan pinggul istri. Dalam posisi yang tetap intim, walau tidak bertatap muka, penetrasi pun bisa dilakukan secara perlahan dari samping.

    Agar penetrasi lancar, tujuh jam sebelumnya pria bisa menggunakan minyak bulus pada penis sehingga saat tiba waktunya, istri mampu mencapai puncak orgasme yang ia dambakan.

  2. Doggy style

    Gaya ini ternyata juga bisa diterapkan pada ibu hamil lho! Selain nyaman dan tidak menganggu janin, pria tetap bisa memberikan rangsangan berupa rabaan pada bagian panggul serta perut istri.

    Sesekali saat melakukan doggy style tidak ada salahnya mengelus perut istri sebagai tanda cinta padanya dan calon buah hati yang akan lahir ke dunia. Doggy style bagi wanita yang sedang mengandung ada baiknya dilakukan di atas ranjang, bukan di atas sofa. Hal ini untuk menjaga keselamatan mereka (ibu dan calon anak) selama berhubungan seks.

  3. Memodifikasi Misionaris

    Pada trisemester ketiga, ukuran perut istri tentu kian membesar dan beban istri juga semakin berat. Oleh karena itu, gaya misionaris yang sudah dimodifikasi cocok untuk dipraktikkan oleh suami dan istri di atas tempat tidur. Misalnya saja, sebelum penis masuk ke dalam miss-V ada, maka pinggang wanita harus disangga dengan bantal supaya ia tetap nyaman.

    Nah, karena perut istri pada trimester ketiga sudah besar, jadi untuk berada tepat di atasnya akan cukup sulit, sehingga yang perlu dilakukan adalah mengganti posisi. Kalau semula pada gaya misionaris posis pria berada di atas, maka ia bisa berpindah tempat ke samping istri dengan menempatkan kedua kaki di antara kaki istri.

  4. Posisi Pelana

    Berbeda dari gaya normal lainnya, posisi pelana digambarkan dengan kedua kaki istri bertumpu pada tubuh suami, lalu tubuh dimiringkan menghadap suami, sehingga tetap merasa nyaman meski sedang mengandung.

    Perlu diketahui saja, bahwa posisi pelana menjadi pilihan yang paling tepat dan aman bagi ibu hamil yang ingin tetap menyenangkan suaminya. Bahkan posisi satu ini dinilai dapat membuat suami bebas mengeksplor area dan bagian tubuh wanita secara bebas.

Kuncinya, pada posisi ini adalah menemukan sudut yang pas dan ditambah dengan usaha yang maksimal. Apa itu? Yakni penggunaan obat kuat untuk memberikan kekuatan pada alat vital suami, sehingga pada waktu hamil, posisi penis dapat lebih mudah menjangkau miss-V wanita.

Hubungan seks ketika hamil memang tidak bisa seenaknya saja dilakukan oleh pasutri, meski keduanya sangat menginginkan hal tersebut. So, jangan sungkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan apakah kondisi janin aman serta memungkinkan berhubungan badan.

Tags: